BUDAYA RENCANA

Seekor gagak, cermin dan kakek tua

 

seekor gagak mula mematuk-matuk bayangnya di dalam retak cermin; matari memberinya cahaya melihat kelibatnya yang pecah. berbanding semalam ia hanya melintas mengejar gerombolan yang riang kekenyangan dalam remang. // ini cermin dari kocek seorang kakek yang tercicir di stesen, setelah di bawah jauh dari hutan melawat anak perempuan di tingkat lapan sebuah bangunan. anaknya sudah lupa tentang cermin itu. baginya yang penting sudah menghulurkan wang. // gagak terus melawan keras kaca — memagut, mencakar-cakar bayangnya yang hitam. kebetulan kawanannya lupa meninggalkan seketul bangkai, ia benar-benar mula memakan tubuhnya sendiri. // kakek seluk cerminnya, kosong. kakek sugul pulang — gagak masih berhentam, cacau.

J.r Jel


Pengarang :